iklan

Materi Sekolah Fisika Sma Kelas X; Pengantar Dinamika

Materi Sekolah Fisika Sekolah Menengan Atas Kelas X; Pengantar Dinamika - Dalam kehidupan sehari-hari, kita menemukan banyak benda yang melaksanakan gerak, sebagaimana yang telah kita pelajari pada pokok bahasan Kinematika. Nah, mengapa benda-benda tersebut melaksanakan gerakan ? apa yang menciptakan benda-benda tersebut yang pada mulanya membisu mulai bergerak ? apa yang mempercepat gerakan benda atau memperlambat gerakan benda ? faktor-faktor apa saja yang terlibat dalam setiap gerakan benda ?

Bagaimana mungkin sebuah bahtera mendorong sebuah kapal yang lebih berat darinya ? mengapa diharapkan jarak yang jauh untuk mengentikan kendaraan beroda empat massanya sangat besar ketika kendaraan beroda empat tersebut bergerak ? mengapa kaki kita terasa lebih sakit ketika menendang sebuah kerikil besar dibandingkan dengan ketika kita menendang sebuah kerikil kerikil ? mengapa lebih sulit mengendalikan kendaraan beroda empat di atas jalan yang licin ?

Anda resah dan kesulitan dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas ?

Jawaban dari pertanyaan di atas dan pertanyaan serupa akan membawa kita pada dilema Dinamika, yakni kekerabatan antara gerak dan gaya yang menyebabkannya. Pada pokok bahasan kinematika, kita telah berguru mengenai gerak benda. Dalam pokok bahasan ini kita mempelajari ihwal penyebab gerak benda.
 kita menemukan banyak benda yang melaksanakan gerak Materi Sekolah Fisika Sekolah Menengan Atas Kelas X; Pengantar Dinamika

Pada pokok bahasan Dinamika, kita memakai besaran kinematika menyerupai jarak/ perpindahan, kecepatan dan percepatan yang dihubungkan dengan dua konsep baru, yaitu gaya dan massa. Prinsip ini dikemas dalam tiga aturan Newton yang akan kita pelajari nanti. Hukum pertama menyatakan bahwa kalau gaya total pada sebuah benda sama dengan nol, maka gerak benda tidak berubah. Hukum kedua meyatakan kekerabatan antara gaya dan percepatan ketika gaya gaya total tidak sama dengan nol. Hukum ketiga menyatakan kekerabatan antara gaya-gaya yang bekerja antara dua benda yang berinteraksi. Hukum Newton tidak berlaku secara umum, namun masih membutuhkan modifikasi untuk benda yang bergerak dengan kecepatan sangat tinggi (mendekati kecepatan cahaya) dan untuk benda dengan ukuran sangat kecil (seperti atom).

Hukum ihwal gerak pertama kali dinyatakan oleh Sir Isaac Newton, yang dipublish pada tahun 1687 dalam bukunya Philosophiae Naturalis Principia Mathematica (“mathematical Principles of Natural Philosophy”). Hukum tersebut dikembangkan Newton berkat proteksi ilmuwan lain dalam menetapkan dasar ilmu mekanika, di antaranya yakni Copernicus, Ticho Brahe, Kepler dan khususnya Galileo Galilei, yang meninggal pada tahun yang sama dengan kelahiran Newton.

Sebelum melangkah lebih jauh dan masuk jurang, terlebih dahulu mari kita pahami konsep gaya secara kualitatif.

Sebelum melangkah lebih jauh dan masuk jurang, terlebih dahulu mari kita pahami konsep gaya secara kualitatif.

Gaya itu apa ya ?

Anda niscaya sering mendengar atau bahkan selalu menggunaka kata ini (gaya) dalam kehidupan sehari-hari. Arti kata Gaya dalam kehidupan sehari-hari agak berbeda dengan pengertian gaya dalam ilmu fisika.
 kita menemukan banyak benda yang melaksanakan gerak Materi Sekolah Fisika Sekolah Menengan Atas Kelas X; Pengantar Dinamika
artikel terkait:

Pernahkah anda mendorong motor atau kendaraan beroda empat yang mogok ? ketika mendorong motor atau kendaraan beroda empat tersebut, anda memperlihatkan gaya pada kendaraan beroda empat atau motor tersebut. Akibat gaya yang anda berikan, kendaraan beroda empat atau motor tersebut bergerak. Ketika kita memakai lift dari lantai dasar ke lantai empat, misalnya, lift tersebut melaksanakan gaya angkat terhadap kita sehingga kita bisa berpindah dari lantai satu ke lantai empat. Ketika angin meniup dedaunan sehingga membuatnya bergerak, ada sebuah gaya yang sedang diberikan. Sebuah meja akan bergerak kalau anda mendorongnya, alasannya pada ketika mendorong, anda memperlihatkan gaya pada meja tersebut. Masih banyak teladan lain dalam kehidupan sehari-hari, anda sanggup menyebutkannya satu-persatu….

Berdasarkan intuisi, kita menggambarkan gaya sebagai semacam dorongan atau tarikan terhadap suatu benda. Dorongan atau tarikan tersebut menjadikan benda bergerak. Ketika mendorong motor sehingga motor tersebut bergerak, maka gaya yang bekerja pada motor tersebut diakibatkan oleh dorongan. Kita bisa menyampaikan bahwa gaya yang diakibatkan oleh dorongan merupakan jenis gaya sentuh, alasannya terdapat kontak pribadi antara benda dan sumber gaya. Bagaimana dengan tarikan ? ketika buah mangga yang enak dan ranum jatuh dari pohon, sehingga menciptakan anda lari pontang-panting untuk mengambilnya, yang menjadi penyebab jatuhnya buah mangga tersebut yakni gaya gravitasi. Gaya gravitasi menjadikan buah pepaya, jeruk dan kelapa bisa jatuh dari pohonnya. Gaya gravitasi juga yang menjadikan semua benda atau insan jatuh ke permukaan bumi. Perhatikan bahwa pada masalah jatuhnya buah mangga atau buah jeruk dari pohonnya tersebut tidak sama menyerupai ketika anda mendorong motor atau kendaraan beroda empat hingga bergerak. Tidak ada kontak pribadi atau sentuhan yang terjadi sehingga buah-buah kesayangan anda tersebut jatuh. Gaya menyerupai ini diakibatkan oleh tarikan, bukan dorongan dan termasuk gaya tak sentuh.

Apakah gaya selalu menjadikan benda bergerak ? ayo dijawab, salah gpp…..

Ketika mendorong tembok rumah anda, misalnya, walaupun anda hingga banjir keringat atau lemas tak berdaya sambil mengeluarkan air mata buaya, tembok tersebut tetap tidak akan bergerak. Apakah teladan itu tidak termasuk gaya ? ketika mendorong tembok, anda juga memperlihatkan gaya pada tembok tersebut. Walaupun demikian, gaya anda sangat kecil sehingga tidak bisa merubuhkan tembok itu. Ini hanya salah satu teladan yang menandakan bahwa tidak semua gaya sanggup menghasilkan gerakan.

Bagaimana kita mengukur gaya ? satu cara yang dipakai untuk mengukur gaya yakni dengan memakai neraca pegas. Biasanya neraca itu dipakai untuk menimbang berat sebuah benda. Istilah berat dan massa akan kita kupas tuntas pada pembahasan tersendiri, tetapi masih dalam pokok bahasan Dinamika.

Ingat bahwa gaya yakni besaran vektor. Mengapa gaya digolongkan dalam besaran vektor ? ketika anda mendorong meja, misalnya, kalau anda hanya menyampaikan bahwa : “saya mendorong meja dengan gaya 50 N”, maka pernyataan ini masih membingungkan. Anda mendorong meja ke arah mana ? oleh alasannya itu anda juga harus menyebutkan arah gerak benda yang didorong. Kaprikornus gaya termasuk besaran yang mempunyai nilai dan arah. Karena gaya merupakan besaran vektor maka dalam menyatakan arahnya pada sebuah diagram, kita harus memakai aturan-aturan vektor. Mengenai hal ini sudah gurumuda jelaskan pada pokok bahasan vektor dan skalar (besaran dan satuan). Apabila anda belum mempelajarinya, sebaiknya dipelajari terlebih dahulu supaya anda tidak kebingungan atau gak nyambung dengan pelajaran selanjutnya…. OK BOS ? santai saja…

Bagaimana...sudah ada pencerahan? katakan mulai dari kini FISIKA HARUS ASYIK, maka asing seketika itu juga FISIKA MEMANG ASYIK :) Semoga bermanfaat dan tetap semangat. BRAVO!!!

artikel terkait:

Sumber http://fisikamantabb.blogspot.com

0 Response to "Materi Sekolah Fisika Sma Kelas X; Pengantar Dinamika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel