Perkembangan Anak
PERKEMBANGAN ANAK
Dalam Psikologi Perkembangan, periode perkembangan anak terdiri dari 3 tahap, yaitu :
- Pranatal (0 – 9 bulan dalam kandungan)
- Bayi Neonatal (0 – 2 minggu)
- Pascanatal (2 ahad – 2 tahun)
- Anak Awal (2 – 6 tahun)
- Tengah (6 – 12 tahun)
- Akhir (12 – 15 tahun)
Periode Pranatal
Perkembangan janin dalam kandungan dipengaruhi oleh banyak sekali faktor, di antaranya:
Situasi orangtua (emosional, spiritual, afeksi)
Kondisi orangtua, terutama ibu, sangat kuat terhadap perkembangan janin. Ketika ibu merasa stress maka terdapat suatu zat kimia badan yang turut masuk dalam peredaran darah janin. Apabila berlebihan, maka janin akan menjadi individu yang kurang tahan terhadap stress. Emosi yang hening sanggup menawarkan imbas yang aktual terhadap perkembangan janin. Kondisi spiritualitas dan afeksi orangtua juga sanggup mempengaruhi kondisi anak. Orangtua yang mempunyai spriritualitas dan afeksi yang baik, akan meningkatkan kedekatan terhadap janin. Hal ini akan kuat terhadap pembentukan iktikad bayi dikala lahir.
Lingkungan Sekitar
Dukungan dari orang-orang terdekat sanggup mempengaruhi rasa kondusif pada janin. Kondisi yang tidak kondusif sanggup dirasakan oleh janin, dan menimbulkan imbas yang kurang baik pada masa-masa perkembangan selanjutnya.
Keadaan Sosial Ekonomi
Kondisi sosial ekonomi dari keluarga, sanggup menentukan perlakuan dan asupan gizi bagi janin. Janin yang memperoleh asupan gizi yang baik, cenderung akan mempunyai kualitas kelahiran yang lebih baik pula.
Bahaya Psikologis :
Kepercayaan tradisional
Kepercayaan mengenai hal yang baik dan jelek selama mengandung,kadang kurang tepat. Kepercayaan tradisional tersebut biasanya belum sanggup dibuktikan. Namun, orangtua seharusnya bisa menentukan iktikad tradisional yang baik bagi perkembangan janinnya.
Tekanan yang dialami ibu
Tekanan yang dialami ibu selama mengandung sanggup mempengaruhi keadaan emosi anak sehabis dilahirkan.
Sikap terhadap kelahiran anak
Sikap orangtua dan lingkungan sekitar sanggup diketahui oleh janin melalui pesan yang disampaikan oleh sel saraf ibu. Sikap aktual akan menawarkan rasa kondusif pada diri janin. Sedangkan perilaku menolak sanggup menawarkan imbas negatif terhadap emosi anak nantinya.
Periode BAYI Neonatal
Bahaya Psikologis :
Ketidak berdayaan bayi
Bayi masih sangat tergantung dengan orang lain. Pada tahap awal kehidupan, bayi mulai mengenali lingkungannya. Ia akan membuatkan rasa percaya terhadap orang-orang di sekitarnya, apabila seluruh kebituhannya sanggup terpenuhi.
Individualitas bayi
Bayi masih sangat terfokus dengan dirinya sendiri. Ia berusaha meminta sesuatu untuk memenuhi kebutuhannya, namun hal ini harus dipenuhi secepatnya. Seluruh dunia hanya terfokus pada dirinya saja.
Keterlambatan perkembangan
Pada beberapa kasus, sering terjadi keterlambatan perkembangan. Hal ini dikarenakan perkembangan setiap orang selalu berbeda. Keterlambatan perkembangan sanggup disebabkan oleh banyak sekali faktor. Namun, untuk mengoptimalkan perkembangan harus dilakukan stimulasi sesering mungkin semoga anak sanggup menyusul keterlambatannya.
Terhentinya perkembangan
Pada belum dewasa tertentu, perkembangan salah satu aspek sanggup terhenti. Anak-anak ini akan mengalami kendala perkembangan dan memerlukan sumbangan professional untuk membantu perkembangannya.
Kurangnya rangsangan
Kurangnya rangsangan sanggup menimbulkan keterlambatan perkembangan. Hal ini sanggup mengakibatkan kurangnya kemampuan anak dan terdapat tahap-tahap yang terlewati dari keseluruhan proses perkembangannya.
Pemberian nama
Pemberian nama sangat kuat terhadap perkembangan anak di kemudian hari. Ketika anak telah sanggup bersosialisasi ia akan mulai bertanya dan memahami arti dari pemberian namanya. Nama yang baik sanggup menimbulkan rasa besar hati pada diri anak, sedangkan nama yang dianggap tidak sesuai akan menimbulkan rendahnya iktikad diri anak di masa yang akan datang.
Periode BAYI Pascanatal
Bahaya Psikologis :
Perkembangan motorik
Pada masa ini, resiko ancaman fisik semakin besar. Anak pada masa ini anak mulai berguru dasar-dasar motorik. Mereka bahagia menjelajah dan mencoba hal-hal baru. Hal ini merupakan proses penambahan pengetahuan. Dengan mengumpulkan banyak sekali hal baru, tentu terdapat banyak sekali resiko dari penjelajahan ini. Anak sanggup terluka secara fisik, sehingga menimbulkan stress berat tertentu. Hambatan dari orang sekitar juga sanggup menghambat proses pengumpulan gosip anak, serta sanggup menghambat perkembangannya, terutama perkembangan motorik.
Bahasa Penggunaan bahasa dari orang-orang sekitar akan diserap secara cepat oleh anak-anak. Walaupun belum sanggup berbicara, pada masa ini anak sedang mengumpulkan banyak sekali informasi, yang kemudian akan menjadi dasar teladan bahasa anak.
Emosi (terlalu banyak / kurang kasih sayang)
Anak-anak pada periode ini biasanya menerima perhatian yang sangat besar dari orang-orang sekitarnya. Perhatian yang terlalu berlebihan juga tidak baik bagi perkembangan anak. Pada periode ini, anak cenderung berusaha mencoba banyak sekali hal sendiri. Hal ini membentuk dasar kemandirian anak. Di mulai dari hal-hal yang sederhana, sanggup membentuk anak menjadi lebih mandiri.
Periode ANAK Awal
Lima tahun pertama merupakan masa yang sangat penting lantaran merupakan dasar pembentukan kepribadian anak.
Bahaya Psikologi :
Emosi
Pada periode ini,anak mulai berguru untuk membedakan banyak sekali bentuk emosi. Emosi bahagia digambarkan melalui tertawa, duka dengan menangis, dan sebagainya. Kesesuaian emosi dengan verbal yang ditunjukkan sangatlah penting. Selain itu, orangtua juga perlu mengenali emosi anak, untuk memahami kondisi emosional anak.
Moral
Perkembangan moral mulai semakin baik. Anak melaksanakan sesuatu lantaran melihat orang lain juga melaksanakan hal yang sama. Oleh lantaran itu, imbas lingkungan sekitar perlu diwaspadai lantaran daoat mempengaruhi penanaman nilai pada masa belum dewasa awal.
Kepribadian
Pada periode ini mulai terbentuk dasar kepribadian. Dengan penanaman nilai yang diberikan, anak mulai mempunyai dasar sifat yang dimunculkan dalam bentuk tingkah laku. Kepribadian yang ditanamkan akan terus kuat hingga dewasa.Oleh lantaran itu, perlu diperhatikan pembentukan dasar kepribadian ini semoga anak benar-benar mendapatkan dasar yang sempurna bagi perkembangan kepribadiannya.
Sosial
Perkembangan sosial mulai dilatih pada tahap ini. Anak biasanya mulai dimasukkan dalam pre school untuk melatih proses sosialisasinya. Hubungan dengan sobat sebaya dan guru sanggup menawarkan banyak sekali pengaruh, baik aktual maupun negatif.
Perkembangan konsep
Berbagai konsep gres mulai dipelajari anak. Pada tahap ini mereka mendapatkan konsep dari lingkungan tanpa disaring terlebih dahulu. Oleh lantaran itu, orangtua perlu memperhatikan konsep-konsep yang diterima anak selama periode ini.
Periode ANAK Akhir
Ciri-ciri :
Minat terhadap acara kelompok
Peka terhadap keadaan dirinya
Pemikiran lebih kritis
Minat semakin luas
Pencarian identitas diri
Perhatian besar terhadap diri sendiri
Fanatik terhadap nilai tertentu
Kesulitan yang timbul apabila kebutuhan remaja tidak terpenuhi adalah:
Munculnya tindakan agresi, menyerupai menyerang, merusak, melanggar aturan, dan sebagainya.
Melakukan isolasi diri atau kelompok sebagai bentuk dari protes.
Mengidentifikasi diri dengan tokoh yang tidak pantas dijadikan panutan.
Menunjukkan oto-afirmasi yang berlebihan semoga dinilai sebagai individu yang kuat atau telah dewasa.
Melarikan diri secara ekstrem, dengan pergi dari rumah.
TIPS UNTUK MENENANGKAN LEDAKAN EMOSI ANAK
v Memeluk dan memberi kata-kata penyejuk / tidak ikut marah
v Mengalihkan perhatian anak pada hal-hal di sekitarnya dengan kata-kata lembut
v Memberikan kesempatan pada anak untuk menyendiri dan menenangkan dirinya
YANG HARUS DIHINDARI
v Ikut terpancing emosi / marah
v Menyalahkan anak
v Membandingkan dengan anak lain
v Membentak dan menyuruhnya diam
v Mengancam anak
Sumber http://tugasakhiramik.blogspot.com/
0 Response to "Perkembangan Anak"
Posting Komentar