Analisa Kation
Adalah penyelidikan kimia mengenai kadar unsur atau ion yang terdapat dalam suatu zat tunggal atau campuran.
Suatu senyawa sanggup diuraikan menjadi anion dan kation ( Sukardjo, 1985)
Analisis kualitatif merupakan suatu proses dalam mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan.
Dalam metode analisis kualitatif, kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion/kation suatu larutan
Metode dalam melaksanakan analisis kualitatif ini dilakukan secara konvensional, yaitu menggunakan cara visual yang menurut kelarutan. Pengujian kelarutan dilakukan pertama-tama dengan mengelompokkan ion-ion yang mempunyai kemiripan sifat. Pengelompokkan dilakukan dalam bentuk pengendapan dimana penambahan pereaksi tertentu bisa mengendapkan sekelompok ion-ion. Cara ini menghasilkan 6 kelompok yang namanya diubahsuaikan dengan pereaksi pengendap yang dipakai untuk mengendapkan kelompok ion tersebut.
Kelompok ion-ion tersebut adalah: golongan klorida (I), golongan sulfide (II), golongan hidroksida (III), golongan sulfide (IV), golongan karbonat (V), dan golongan sisa (VI).
Yang berarti pada golongan I yang dihasilkan ialah endapan klorida, golongan II menghasilkankan sejumlah endapan garam sulfida, golongan III menghasilkan endapan hidroksida, golongan IV menghasilkan endapan sulfida yang larut dalam asam klorida, dan golongan V menghasilkan endapan karbonat.
Kimia analisis secara garis besar dibagi dalam dua bidang yang disebut analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif membahas identifikasi zat-zat. Urusannya ialah unsur atau senyawaan apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh. Pada pokoknya tujuan analisis kualitatif ialah memisahkan dan mengidentifikasi sejumlah unsur Analisis kuantitatif berurusan dengan penetapan banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel atau pola (Underwood, 1986).
Analisa kualitatif dibagi menjadi dua kepingan yaitu :
1. Analisa pendahuluan bertujuan untuk memperkirakan dan memberi arah sehingga memperoleh citra terhadap pola yang akan ditiliti. Analisa pendahuluan mencakup :
1. Organoleptis (menggunakan panca indera), yang dianalisis biasanya berupa bentuk, warna, bau.
2. Pemanasan dengan tabung pijar.
3. Reaksi nyala (flame test), dilakukan dengan menggunakan kawat Pt atau Nicr.
Warna-warna yang terjadi pada reaksi nyala ialah sebagai berikut.
Kation Warna Nyala
Li+ merah
Na+ kuning
K+ ungu
Ba2+ kuning hijau
Sr2+ Merah bata
Cu2+ Hijau biru
Ca2+ Merah kuning
1. Analisa kation dan anion. Setelah mempunyai gambaran/perkiraan awal maka pribadi diidentifikasi dengan cara tube test, dengan menghasilkan reaksi yang khas
Klasifikasi kation yang paling umum didasarkan pada perbedaan kelarutan dari klorida, sulfida, dan karbonat kation tersebut. Kation diklasifikasikan dalam 5 golongan menurut sifat-sifat kation tersebut terhadap beberapa reagensia. (Vogel, 1990)
Golongan-golongan kation mempunyai ciri-ciri khas, yaitu:
- Golongan I: membentuk endapan dengan asam klorida encer, ion-ion yang termasuk dalam golongan ini ialah timbal, raksa, dan perak.
- Golongan II: membentuk endapan dengan hydrogen sulfide dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion yang termasuk dalam golongan ini ialah merkurium (II), tembaga, cadmium, bismuth, stibium, timah.
- Golongan III: membentuk endapan dengan ammonium sulfide dalam suasana netral. Kation golongan ini antara lain nikel, besi, kromium, aluminium, seng, mangan, dan kobalt.
- Golongan IV: membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida dalam suasana netral atau sedikit asam.
- Golongan V: disebut juga golongan sisa sebab tidak bereaksi dengan reagensia-reagensia golongan sebelumnya. Ion kation yang termasuk dalam golongan ini antara lain magnesium, natrium, kalium. Ammonium, litium, dan hydrogen.
Secara umum ion ialah atom atau sekumpulan atom yang bermuatan listrik. Ion bermuatan negatif yang menangkap satu atau lebih elektron, disebut anion, sebab beliau tertarik menuju anoda. Ion bermuatan kasatmata yang kehilangan satu atau lebih elektron, disebut kation, sebab beliau tertarik menuju anoda
Suatu pereaksi menjadikan sebagian kation mengendap dan sebagian larut, maka sesudah dilakukan penyaringan terhadap endapan tebentuk dua kelompok adonan yang massa masing-masingnya kurang dari adonan sebelumnya. Reaksi yang terjadi ketika pengidentfikasian menjadikan terbentuknya zat-zat gres yang berbeda dari zat semula dan berbeda sifat fisiknya (Harjadi, 1993).
Sumber: meowwwhoney.blogspot.com/search?q= Sumber http://astersiak.blogspot.com
Suatu senyawa sanggup diuraikan menjadi anion dan kation ( Sukardjo, 1985)
Analisis kualitatif merupakan suatu proses dalam mendeteksi keberadaan suatu unsur kimia dalam cuplikan yang tidak diketahui. Analisa kualitatif merupakan salah satu cara yang paling efektif untuk mempelajari kimia dan unsur-unsur serta ion-ionnya dalam larutan.
Dalam metode analisis kualitatif, kita menggunakan beberapa pereaksi diantaranya pereaksi golongan dan pereaksi spesifik, kedua pereaksi ini dilakukan untuk mengetahui jenis anion/kation suatu larutan
Metode dalam melaksanakan analisis kualitatif ini dilakukan secara konvensional, yaitu menggunakan cara visual yang menurut kelarutan. Pengujian kelarutan dilakukan pertama-tama dengan mengelompokkan ion-ion yang mempunyai kemiripan sifat. Pengelompokkan dilakukan dalam bentuk pengendapan dimana penambahan pereaksi tertentu bisa mengendapkan sekelompok ion-ion. Cara ini menghasilkan 6 kelompok yang namanya diubahsuaikan dengan pereaksi pengendap yang dipakai untuk mengendapkan kelompok ion tersebut.
Kelompok ion-ion tersebut adalah: golongan klorida (I), golongan sulfide (II), golongan hidroksida (III), golongan sulfide (IV), golongan karbonat (V), dan golongan sisa (VI).
Yang berarti pada golongan I yang dihasilkan ialah endapan klorida, golongan II menghasilkankan sejumlah endapan garam sulfida, golongan III menghasilkan endapan hidroksida, golongan IV menghasilkan endapan sulfida yang larut dalam asam klorida, dan golongan V menghasilkan endapan karbonat.
Kimia analisis secara garis besar dibagi dalam dua bidang yang disebut analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Analisis kualitatif membahas identifikasi zat-zat. Urusannya ialah unsur atau senyawaan apa yang terdapat dalam suatu sampel atau contoh. Pada pokoknya tujuan analisis kualitatif ialah memisahkan dan mengidentifikasi sejumlah unsur Analisis kuantitatif berurusan dengan penetapan banyak suatu zat tertentu yang ada dalam sampel atau pola (Underwood, 1986).
Analisa kualitatif dibagi menjadi dua kepingan yaitu :
1. Analisa pendahuluan bertujuan untuk memperkirakan dan memberi arah sehingga memperoleh citra terhadap pola yang akan ditiliti. Analisa pendahuluan mencakup :
1. Organoleptis (menggunakan panca indera), yang dianalisis biasanya berupa bentuk, warna, bau.
2. Pemanasan dengan tabung pijar.
3. Reaksi nyala (flame test), dilakukan dengan menggunakan kawat Pt atau Nicr.
Warna-warna yang terjadi pada reaksi nyala ialah sebagai berikut.
Kation Warna Nyala
Li+ merah
Na+ kuning
K+ ungu
Ba2+ kuning hijau
Sr2+ Merah bata
Cu2+ Hijau biru
Ca2+ Merah kuning
1. Analisa kation dan anion. Setelah mempunyai gambaran/perkiraan awal maka pribadi diidentifikasi dengan cara tube test, dengan menghasilkan reaksi yang khas
Klasifikasi kation yang paling umum didasarkan pada perbedaan kelarutan dari klorida, sulfida, dan karbonat kation tersebut. Kation diklasifikasikan dalam 5 golongan menurut sifat-sifat kation tersebut terhadap beberapa reagensia. (Vogel, 1990)
Golongan-golongan kation mempunyai ciri-ciri khas, yaitu:
- Golongan I: membentuk endapan dengan asam klorida encer, ion-ion yang termasuk dalam golongan ini ialah timbal, raksa, dan perak.
- Golongan II: membentuk endapan dengan hydrogen sulfide dalam suasana asam mineral encer. Ion-ion yang termasuk dalam golongan ini ialah merkurium (II), tembaga, cadmium, bismuth, stibium, timah.
- Golongan III: membentuk endapan dengan ammonium sulfide dalam suasana netral. Kation golongan ini antara lain nikel, besi, kromium, aluminium, seng, mangan, dan kobalt.
- Golongan IV: membentuk endapan dengan ammonium karbonat dengan adanya ammonium klorida dalam suasana netral atau sedikit asam.
- Golongan V: disebut juga golongan sisa sebab tidak bereaksi dengan reagensia-reagensia golongan sebelumnya. Ion kation yang termasuk dalam golongan ini antara lain magnesium, natrium, kalium. Ammonium, litium, dan hydrogen.
Secara umum ion ialah atom atau sekumpulan atom yang bermuatan listrik. Ion bermuatan negatif yang menangkap satu atau lebih elektron, disebut anion, sebab beliau tertarik menuju anoda. Ion bermuatan kasatmata yang kehilangan satu atau lebih elektron, disebut kation, sebab beliau tertarik menuju anoda
Suatu pereaksi menjadikan sebagian kation mengendap dan sebagian larut, maka sesudah dilakukan penyaringan terhadap endapan tebentuk dua kelompok adonan yang massa masing-masingnya kurang dari adonan sebelumnya. Reaksi yang terjadi ketika pengidentfikasian menjadikan terbentuknya zat-zat gres yang berbeda dari zat semula dan berbeda sifat fisiknya (Harjadi, 1993).
Sumber: meowwwhoney.blogspot.com/search?q= Sumber http://astersiak.blogspot.com
0 Response to "Analisa Kation"
Posting Komentar