✔ Planet Saturnus: Pengertian, Ciri/Karakteristik, Gambar, Struktur, Satelit Dan Penjelasannya Lengkap
Kata “planet” berasal dari bahasa Yunani yaitu planetai, yang berarti pengembara. Hal ini disebabkan kedudukan planet terhadap bintang tidaklah tetap. Planet yakni benda angkasa yang tidak mempunyai cahaya sendiri, berbentuk bulatan, dan beredar mengelilingi matahari. Dalam sistem tata surya, terdapat delapan planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus.
Planet-planet yang ada di tata surya sanggup diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria, antara lain sebagai berikut.
1. Berdasarkan massanya, planet sanggup dikelompokan menjadi dua macam, yaitu sebagai berikut:
■ Planet bermassa besar (Superior planet), terdiri atas Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
■ Planet bermassa kecil (Inferior Planet), terdiri atas Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.
2. Berdasarkan jaraknya ke matahari, planet sanggup dibedakan atas planet dalam dan planet luar.
■ Planet dalam (Interior planet), yaitu planet-planet yang jarak rata-ratanya ke matahari lebih pendek daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Berdasarkan kriteria tersebut, maka yang termasuk planet dalam, yakni Planet Merkurius dan Venus.
■ Planet luar (Eksterior planet), yaitu planet-planet yang jarak rataratanya ke matahari lebih panjang daripada jarak rata-rata Planet Bumi ke Matahari. Termasuk ke dalam kelompok planet luar, yaitu Planet Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas wacana pengertian, ciri-ciri atau karakteristik, struktur, gambar dan klarifikasi lengkap mengenai planet Saturnus yang termasuk golongan planet superior dan planet luar. Silahkan kalian simak baik-baik klarifikasi berikut.
Pengertian Planet Saturnus
Nama planet Saturnus diambil dari nama tuhan Romawi kuno yang suka bertani dan bercocok tanah, yang juga merupakan ayah dari tuhan Jupiter. Simbol dari Saturnus yakni arit yang biasa dipakai untuk bertani dan bercocok tanam. Saturnus dalam bahasa Arab disebut Zahal, sedangkan dalam bahasa Sanskerta disebut Syanaiscara.
Saturnus yakni salah satu planet yang mempunyai keindahan sistem cincin yang melingkarinya. Sistem Saturnus tidak hanya mencakup planet dan cincin-cincinnya, tetapi termasuk 18 buah satelit yang dimilikinya. Cincin Saturnus terdiri dari:
■ Cincin paling luar tebalnya 16.000 km.
■ Cincin tengah tebalnya 36.000 km.
■ Cincin dalam tebalnya 16.000 km.
Di antara cincin terdapat celah yang terdiri uap air yang membeku dan disebut celah casini.
Info Geografi! |
Cassini, yang merupakan andal astronomi pertama yang mengetahui bahwa di Saturnus terdapat lebih dari satu cincin, juga merupakan andal astronomi pertama yang mengemukakan teori mengenai susunan cincin Saturnus. Selain mempunyai cincin, Saturnus juga mempunyai 18 satelit, 2 di antaranya yakni Titan dan Phoebe. |
Jarak rata-rata Saturnus dari matahari yakni 1,428 × 109 km, atau sekitar 91/2 kali jarak Bumi dari matahari. Saturnus menuntaskan orbitnya sekali setiap 291/2 tahun. Jarak Saturnus dari Bumi bervariasi berdasarkan posisi kedua planet dalam orbitnya, dari 1,197 × 109 km hingga 1,645 × 109 km, suatu variasi yang belum cukup untuk mengakibatkan perbedaan besar dalam kecerahan kedua planet tersebut.
Volume planet Saturnus hampir 750 kali volume Bumi, luas tempat permukaannya lebih dari 80 kali tempat permukaan bola Bumi. Kepadatan Saturnus sangat rendah hanya sekitar ¼ kepadatan air, jauh lebih rendah dari kepadatan planet lainnya di dalam sistem tata surya.
Saturnus mempunyai atmosfer yang tebal, tersusun atas hidrogen, helium, amoniak, dan metana lebih banyak. Temperatur permukaannya –180oC. Planet raksasa yang besarnya sembilan kali Bumi ini mempunyai 18 satelit dan lebih dari 1000 cincin yang melingkarinya, yaitu berasal dari satelit yang meledak kemudian bermetamorfosis abu.
Poin Kunci! |
Saturnus Planet keenam dalam Tata Surya mempunyai keunikan, dikelilingi dengan cincin yang terbentuk dari potongan jutaan es. Jarak Saturnus dengan Matahari sekitar 1,4 miliar kilo meter. Masa revolusinya sekitar 30 tahun, sedangkan masa rotasinya sekitar 10,5 jam. Planet ini mempunyai sifat ibarat Yupiter, keduanya berputar begitu cepat sehingga dianggap sebagai planet yang paling berangin. Kecepatan anginnya lebih dari 10 kecepatan angin Hurricane di Bumi. |
Ciri-Ciri Planet Saturnus
Secara umum, ciri-ciri atau karakteristik planet Saturnus yakni sebagai berikut.
● | Pada kutubnya memipih setengah dari jari-jarinya |
● | Kecepatan rotasinya yakni 10 jam 14 menit |
● | Revolusinya yakni 29,5 tahun |
● | Sumbunya bangkit dengan sudut 60o pada bidang peredaran tahunannya (sumbu Bumi 661/2o) |
● | Cincin-cincin konsentris yang mengelilinginya ditemukan oleh Huygens |
● | Cincin-cincin itu terdiri dari bulan yang amat kecil dan beredar secara konsentris dengan kecepatan 15-20 km/detik, berisikan butir-butir yang berbedabeda besarnya, mulai dari butir-butir sebesar debu hingga bongkah-bongkah berpuluh ton |
● | Sekali setiap tahun cincin itu menghilang dari mata peninjau (tahun 1921) |
● | Saturnus mempunyai 17 satelit yang besar-besar, ibarat Titan (terbesar), bahkan hasil pengamatan Voyager I dan II (1981), Saturnus mempunyai 22 satelit |
● | Temperatur di permukaan Saturnus yakni -150oC |
● | Jarak rata-rata dari matahari yakni 1.427 juta km |
● | Garis tengahnya yakni 120-200 km |
● | Berat jenisnya yakni 0,75 (berat jenis air = 1) |
● | Massanya ± 95x massa Bumi |
Struktur Planet Saturnus
Struktur planet Saturnus yang akan kita bahas di sini mencakup potongan atmosfer, inti planet, medan gaya, dan cincin planet Saturnus. Berikut ini klarifikasi lengkapnya.
1. Atmosfer Planet Saturnus
Bagian luar atmosfer Saturnus terbuat dari 96,% hidrogen dan 3% helium, 0,2% metana dan 0,02% amonia. Pada atmosfer Saturnus juga terdapat sedikit kandungan asetilena, etana dan fosfin.
Pada Atmosfer Saturnus juga terdapat awan berbentuk lonjong yang ibarat dengan awan berbentuk lonjong yang lebih terperinci yang ada di Yupiter. Titik lonjong ini yakni angin kencang besar, ibarat dengan angin taufan yang ada di Bumi. Pada tahun 1990, Teleskop Hubble mendeteksi awan putih didekat khatulistiwa Saturnus.
Badai ibarat tahun 1990 diketahui dengan nama Bintik Putih Raksasa, angin kencang unik Saturnus yang hanya ada dalam waktu yang pendek dan muncul setiap 30 tahun waktu Bumi. Bintik Putih Raksasa juga ditemukan tahun 1876, 1903, 1933 dan tahun 1960. Jika siklus konstan ini berlanjut, diprediksi bahwa pada tahun 2020 bintik putih besar akan terbentuk kembali.
Pesawat angkasa Voyager 1 mendeteksi awan heksagonal di akrab kutub utara Saturnus sekitar bujur 78° utara. Cassini-Huygens nantinya mengkonfirmasi hal ini tahun 2006. Tidak ibarat kutub utara, kutub selatan tidak menandakan bentuk awan heksagonal dan yang menarik, Cassini menemukan angin kencang ibarat dengan siklon tropis terkunci di kutub selatan dengan dinding mata yang jelas. Penemuan ini menerima catatan lantaran tidak ada planet lain kecuali Bumi di tata surya yang mempunyai dinding mata.
2. Inti Planet Saturnus
Inti Planet Saturnus ibarat dengan Yupiter. Planet ini mempunyai inti planet di pusatnya dan sangat panas, temperaturnya mencapai 15.000 K. Inti Planet Saturnus sangat panas dan inti planet ini meradiasi sekitar 21/2 kali lebih panas daripada jumlah energi yang diterima Saturnus dari Matahari.
Inti Planet Saturnus sama besarnya dengan Bumi, namun jumlah massa jenisnya lebih besar. Di atas inti Saturnus terdapat potongan yang lebih tipis yang merupakan hidrogen metalik, sekitar 30.000 km (18.600 mil). Di atas potongan tersebut terdapat tempat hidrogen cair dan helium. Inti planet Saturnus berat, dengan massa sekitar 9 hingga 22 kali lebih dari massa inti Bumi.
3. Medan Gaya Planet Saturnus
Saturnus mempunyai medan gaya alami yang lebih lemah dari Yupiter. Medan gaya Saturnus unik lantaran porosnya simetrikal, tidak ibarat planet lainnya. Saturnus menghasilkan gelombang radio, namun mereka terlalu lemah untuk dideteksi dari Bumi.
Salah satu satelit Saturnus, Titan mengorbit di potongan luar medan gaya Saturnus dan memperlihatkan keluar plasma terhadap tempat dari partikel dari atmosfer Titan yang yang diionisasi.
Info Geografi! |
Adakah Kehidupan di Titan? Titan, bulan terbesar di antara 18 bulan Saturnus, merupakan satu-satunya bulan di tata surya yang mempunyai atmosfer. Namun, belum ada bukti kehidupan di bulan ini. Suhu permukaan Titan kira-kira –178oC, menciptakan air tetap beku. Kehidupan mungkin akan ditemukan di dalam bahari lantaran suhunya lebih tinggi. |
4. Cincin Planet Saturnus
Saturnus mempunyai 18 cincin. Cincin-cicin besar Saturnus, mulai dari yang paling luar hingga ke yang paling dalam, ditunjukkan dengan aksara E, F, A, B, C dan D. Karakterisik dari cincin-cincin Saturnus tersebut antara lain sebagai berikut.
■ Cincin A merupakan cincin yang tercerah nomor 2. Lebarnya 16.000 km dan diameter luarnya 273.000 km. Mungkin tebalnya tidak lebih dari 100 km. Di dalam cincin inilah timbul divisi Encke yang sempit, yang terdiri atas majemuk cincin kecil.
■ Cincin B merupakan cincin yang tercerah. Lebarnya 26.000 km dan diameter luarnya 235.000 km. Penelaahan Voyager memperlihatkan bahwa cincin B terdiri atas barangkali 300 cincin kecil, masing-masing mungkin tersusun dari 20 hingga 50 cincin lebih kecil.
■ Cincin C adalah cincin krep atau cincin kain kasa. Cincin ini dipisahkan dari cincin B dengan jarak hanya sekitar 1.600 km. Lebarnya 18.500 km dan diameter luarnya 196.000 km.
■ Cincin D adalah yang tersuram dari seluruh cincin yang ada di Saturnus. Cincin ini yakni ekspansi dari permukaan Saturnus ke tepi dalam Cincin C.
Satelit Planet Saturnus
Berikut ini yakni beberapa pola satelit alami yang dimiliki oleh planet Saturnus beserta nama penemunya.
● Mimas yakni satelit alami Planet Saturnus yang ditemukan pada tanggal 17 September 1789 oleh Willian Herschel
● Enceladus yakni Satelit alam Saturnus terbesar ke 6, ditemukan pada tahun 1789 oleh willian Herschel juga.
● Tethys yakni satelit alami Saturnus yang ditemukan oleh Giovanni Domenico Cassini tahun 1684. Nama Tethys diambil dari mitologi Yunani.
● Dione, ini yakni satelit alam Planet Saturnus yang ditemukan pada 1684 oleh Giovani Domenico Cassini juga.
● Rhea ini yakni nama satelit alami Saturnus yang diambil dari mitoogi Yunani juga.
● Titan yakni satelit alami Planet Saturnus yang terbesar, mempunyai ukuran lebih besar dari planet Merkurius.
● Lapetus yakni satelit alami Planet Saturnus yang terbesar ketiga di Saturnus, ditemukan oleh Giovani Domenico Cassini pada tahun 1671.
Rotasi dan Orbit Planet Saturnus
Dari Matahari, orbit planet Saturnus terletak lebih jauh dari orbit planet Yupiter. Sebagai alhasil pergerakan planet ini berjalan lebih lambat, cahaya lebih redup dan warna lebih kuning. Saturnus mempunyai laju rotasi yang cepat, sama ibarat Yupiter. Planet ini berotasi sekitar 10 jam sehingga Saturnus menjadi rata, paling rata di antara semua planet anggota Tata Surya.
Jarak antara Matahari dan Saturnus lebih dari 1,4 milyar km, 9 kali jarak antara Bumi dan Matahari. Periode orbit Saturnus yakni 29,46 tahun. Saturnus mempunyai periode rotasi 10 jam 40 menit 24 detik waktu Bumi. Saturnus tidak merotasi dalam rata-rata yang konstan. Periode rotasinya tergantung dengan kecepatan rotasi gelombang radio yang dikeluarkannya.
Eksplorasi yang telah dilakukan berkaitan dengan orbit Saturnus yakni eksplorasi yang memakai pesawat luar angkas Cassini – Huygen. Dalam eksplorasinya pesawat Cassini Huygen menemukan bahwa emisi radio melambat dan periode rotasi Saturnus meningkat. Belum diketahui apa yang menjadi penyebab dari lambatnya gelombang radio tersebut. Hal ini berarti kalau cepat lambatnya gelombang radio berbanding terbalik dengan kala rotasi Saturnus.
Penglihatan terbaik untuk mengamati planet Saturnus yakni berada atau akrab dengan oposisi konfigurasi planet ketika planet tersebut berada dalam elongasi 180o. Karena hal ini maka muncul berlawanan terhadap matahari. Oposisi planet Saturnus yakni setiap 378 hari sekali dengan penampakan planet yang terlihat terang.
Saturnus juga akan tampak lebih cerah kalau cincinnya miring sehingga mereka terlihat jelas. Misalnya oposisi pada tanggal 17 Desember 2002, dimana pada dikala itu Saturnus muncul paling terang lantaran orientasi yang menguntungkan dari cincin relative terhadap Bumi, meskipun pada tahun 2003 Saturnus lebih akrab dengan Bumi.
Fakta Menarik wacana Planet Saturnus
Berikut ini yakni beberapa fakta yang mengejutkan mengenai planet Saturnus ini, silahkan kalian simak baik-baik uraiannya.
1. Saturnus merupakan satu-satunya planet yang mempunyai cincin
Sebenarnya planet lain juga mempunyai cincin yang kecil tak kasat mata ibarat jupiter, uranus dan neptunus. Tapi diantara planet tersebut yang mempunyai cincin paling lebar dan terperinci yakni Saturnus.
2. Cincin Saturnus terbuat dari batuan meteorit
Meteorit ini sangat banyak dan tidak terhitung jumlahnya, selain meteorit yang berupa batu, ada juga yang berupa es. Mereka mengorbit mengelilingi Saturnus dengan kecepatan yang bervariasi sehingga di antaranya ada yg saling bertabrakan.
3. Cincin Saturnus sangat tipis
Walaupun tipis tapi tetap terlihat terperinci dari Bumi, lantaran kumpulan bebatuan ini sanggup memantulkan cahaya matahari dengan cermelang. Ukuran ketebalan cincin ini hanya 1 kilometer sangat tipis bagaikan kertas kalau dibandingkan ukuran planet.
4. Kita tidak sanggup berpijak di permukaan Saturnus
Mengapa demikian? Karena Saturnus sendiri yakni planet gas. Saturnus sering disebut Gas Giant dengan bahan penyusun utamanya Hidrogen dan Helium. Maka dari itu kalau kita coba mendarat kita akan karam hingga ke inti planet.
5. Hari di Saturnus lebih singkat dari Bumi
Seandainya kita mendarat di planet ini maka dari matahari terbit hingga karam akan berlangsung lebih cepat hanya 10 jam 39 menit saja. Hal ini disebabkan oleh kecepatan rotasi planet Saturnus yang cepat.
6. Tahun di Saturnus sangat lama
Jika hari di Saturnus cepat lain halnya kalau dalam hitungan tahun. Karena 1 tahun di Saturnus sama dengan 30 tahun berdasarkan waktu Bumi. Yang mengakibatkan lamanya tahun planet Saturnus yakni jaraknya yang jauh dari matahari sehingga butuh waktu usang untuk mengitari matahari.
7. Angin di Saturnus bergerak lebih cepat dari angin tornado
Jika angin tornado diBumi hanya berkecepatan maksimum 483 km/jam. Angin di Saturnus malah 4 kali lipat, tepatnya 1800 km/jam. Dengan kecepatan tersebut apapun yang dilewatinya niscaya rata dengan tanah.
8. Saturnus telah dikunjungi bebrapa wahana antariksa
Saturnus telah dikunjungi 4 wahana antariksa atau pesawat tanpa awak. Wahana pertama yakni Pionner 11 yang diluncurkan tahun 1979, sesudah itu voyager di tahun 1980. Disusul oleh voyager 2 tahun 1981 terakhir Cassini pada tahun 2004 dan masih mengorbit hingga sekarang.
9. Satelit alami Saturnus terbesar yakni Titan
Titan yakni satelit terbesar di Saturnus dan terbesar nomor 2 di tata surya sesudah ganymede satelitnya jupiter. Uniknya satelit ini mempunyai atmosfer layaknya planet, hal ini menciptakan titan menjadi satu-satunya satelit alami yang mempunyai atmosfer di tata surya.
10. Planet Saturnus berbentuk sebagai planet paling lonjong
Karena rotasi yang sangat besar lengan berkuasa dan cepat menciptakan tempat katulistiwa menggelembung sedangkan tempat kutup semakin gepeng. Bayangkan saja kecepatan rotasinya hingga 6200 mil per jam, lebih cepat dari Bumi.
11. Awan hexagonal di kutub utara planet Saturnus
Awan ini pertama kali ditemukan dari gambar yang diambil wahana antariksa voyager. Berbentuk segienam dengan diameter tiap sisinya mencapai 13800 km. Banyak spekulasi mengenai terbentuknya awan ini. Beberapa ilmuwan menganggapnya sebagai pola fatwa gelombang tetap di atmosfer.
Referensi:
https://id.wikipedia.org/wiki/Saturnus
meowwwhoney.blogspot.com/search?q=12-fakta-menarik-planet-Saturnus
Sumber http://blogmipa-geografi.blogspot.com

0 Response to "✔ Planet Saturnus: Pengertian, Ciri/Karakteristik, Gambar, Struktur, Satelit Dan Penjelasannya Lengkap"
Posting Komentar