Walaupun Kini Belum Heboh, Tapi Bahaya Cyberwar Beneran Ada, Lho!
Saat ini dunia kita tidak sanggup terlepas dari dunia cyber. Hampir seluruh kegiatan sehari-hari kita terhubung pada dunia ini baik melalui jaringan internet, intranet, maupun jaringan telepon seluler.
Fakta ini tentu merupakan sebuah perkembangan yang positif dari sisi teknologi. Namun dibalik itu semua, terdapat hal-hal yang menjadi ancaman negatif bagi keamanan hidup masyarakat.
Berdasarkan hal tersebut, kali ini akan menjelaskan secara semi-akademik perihal bahayanya ancaman cyber ketika ini. Diharapkan goresan pena ini sanggup meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan cyber.
Mari kita mulai..
Melalui dunia ini, kita sanggup menikmati aneka macam macam kemudahan yang melenakan, terutama dalam mendapat susukan informasi.
Tidak perlu disebutkan satu-persatu, kita semua memahami manfaat dari adanya dunia cyber ini. Dari level komunikasi pribadi sampai level pekerjaan, semua mendapat kemudahan. Baik itu sektor pemerintah, swasta, pendidikan, budaya, wirausaha, semua mendapat kemudahan susukan isu dan kemudahan komunikasi melalui media gres ini.
Fakta ini tentu merupakan sebuah perkembangan yang positif dari sisi teknologi. Namun dibalik itu semua, terdapat hal-hal yang menjadi ancaman negatif bagi keamanan hidup masyarakat.
Berdasarkan hal tersebut, kali ini akan menjelaskan secara semi-akademik perihal bahayanya ancaman cyber ketika ini. Diharapkan goresan pena ini sanggup meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap keamanan cyber.
Mari kita mulai..
Bahaya Ancaman Cyber War untuk Indonesia
Pendahuluan
Jaringan komputer di dunia disatukan di dalam sebuah jaringan raksasa yang disebut dengan internet. Seluruh jaringan ini terintegrasi membentuk sebuah jejaring pada level dunia sehingga menjadi dunia gres bagi lalu-lintas data serta informasi.Melalui dunia ini, kita sanggup menikmati aneka macam macam kemudahan yang melenakan, terutama dalam mendapat susukan informasi.
Tidak perlu disebutkan satu-persatu, kita semua memahami manfaat dari adanya dunia cyber ini. Dari level komunikasi pribadi sampai level pekerjaan, semua mendapat kemudahan. Baik itu sektor pemerintah, swasta, pendidikan, budaya, wirausaha, semua mendapat kemudahan susukan isu dan kemudahan komunikasi melalui media gres ini.
Bahkan ketika ini di sektor pemerintahan, muncul tren gres yang disebut dengan e-government, e-procurement, dan lain sebagainya. Sementara di dunia usaha, muncul tren e-commerce yang bahkan ketika ini sangat digandrungi oleh kalangan muda untuk membuat start-up bisnisnya. Semua kemudahan telah diberikan oleh media gres ini yang secara berbarengan turut menghilangkan keterbatasan jarak dan waktu.
Ancaman Cyber
Segala kemudahan yang didapat melalui cyberspace ini ternyata menyimpan sebuah ancaman gres yang membahayakan. Ancaman ini disebut dengan ancaman cyber.
Jika dilihat dari skala dampak yang mungkin dihasilkan, ancaman ini sanggup merusak dari mulai level individu sampai level negara. Ketika sudah mencapai level negara, maka ancaman ini tidak sanggup dipandang sebelah mata.
Ancaman yang terjadi seringkali berbentuk kejahatan sehingga disering disebut dengan cyber crime. Meskipun demikian, dalam level yang lebih tinggi lagi, terlebih ketika sudah melibatkan dua negara atau lebih, maka ancaman ini berpotensi meningkat menjadi Perang Cyber (Cyber War).
Negara Terkena Dampak Cyber War
Cyber War di Eropa
Lebih parahnya lagi, infrastruktur yang lumpuh bukan hanya internet, melainkan infrastruktur listrik sehingga aneka macam kegiatan warga pada ketika itu lumpuh total selama dua ahad baik itu kegiatan perkantoran, perbankan, penerbangan, transportasi umum, pendidikan, serta kegiatan masyarakat sehari-hari lainnya.
Dampak dari kejadian ini ialah terjadinya perampasan alasannya ialah masyarakat mulai tidak bisa menahan diri terutama dalam memenuhi kebutuhan makan, minum, mencuci, serta kegiatan lainnya.
Sementara itu, di tahun 2008, Georgia mengalami serangan cyber oleh Rusia dengan menyerang website-website pemerintah Georgira. Salah satu kejadian yang paling terkenal ialah diserangnya website Presiden Mikhail Saakashvili sehingga tidak sanggup diakses selama 24 jam.
Kedua pola ini tentunya memperlihatkan bagaimana ancaman perang cyber sangatlah berbahaya dan berpotensi sangat merugikan.
Cyber War di Indonesia
Di Indonesia sendiri, kejahatan yang terjadi di dunia maya terjadi hampir tiap harinya. Bahkan di tahun 2011, berdasarkan Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring, serangan terhadap website pemerintah telah terjadi sebanyak 3 juta kali!
Ditambah dengan kenyataan bahwa jaringan Kementrian Komunikasi dan Informatika pernah dilumpuhkan oleh Cracker selama 3 Minggu. Belum lagi kejadian diserangnya Bursa Efek Indonesia beberapa tahun kemudian oleh h4ck3r Malaysia secara sistematis.
Tentunya fakta-fakta ini memperlihatkan arahan bagi kita bahwa ancaman yang satu ini merupakan ancaman faktual yang harus diwaspadai. Ancaman ini tidak sanggup dibiarkan saja dan perlu mendapat perhatian khusus pemerintah.
Kejadian fenomenal terakhir yang terjadi di Indonesia ialah serangan kelompok Hacker “Bangladesh Gray Hat Hacker” (BGHH) terhadap ratusan website milik Indonesia baik itu miliki pemerintah, swasta, maupun website milik pribadi. Serangan ini merupakan pukulan yang tidak mengecewakan berat bagi Indonesia alasannya ialah memang serangan ini sangat terarah dan terbukti efektif melumpuhkan ratusan website tersebut.
Beberapa webite yang ketika itu terkena serangan ialah pa-bawean.go.id, pa-parepare.go.id, pn-malang.go.id, pend-akuntansi.ums.ac.id, stikes-megabuana-palopo.ac.id, sdmutiarapersada.sch.id, smpn2sanden.sch.id, pgsd.ums.ac.id, smpn3wates.sch.id, sdgedongkuning.sch.id, dan masih banyak lagi.
Kejadian ini terjadi pada tanggal 29 Juli 2013 kemudian dan turut memunculkan reaksi dari h4ck3r Indonesia. Pada ketika itu, para h4ck3r Indonesia melaksanakan serangan balik dengan menghimpun kekuatan untuk melaksanakan serangan terhadap website-website dengan domain Bangladesh (domain .bd).
Terlihat ketika itu serangan balik yang dilancarkan lebih bersifat inisiatif dari h4ck3r-h4ck3r individu ataupun komunitas-komunitas h4ck3r Indonesia, tanpa adanya komando pribadi dari pemerintah.
Serangan balik ini sempat terjadi beberapa waktu sebelum karenanya h4ck3r Indonesia melaksanakan deterrence action dengan menantang BGHH jikalau terus melaksanakan serangan, maka h4ck3r Indonesia tidak akan tinggal membisu dan akan menghancurkan seluruh jaringan Bangladesh.
Meskipun demikian, kejadian ini perlu mendapat perhatian tersendiri alasannya ialah jikalau serangan h4ck3r semacam ini menyentuh infrastruktur kritis ibarat akomodasi penerbangan, radar, ataupun satelit milik Indonesia, ancaman dan dampak yang ditimbulkan akan jauh melebihi serangan terhadap website pemerintah ataupun website Indonesia lainnya.
Response Terhadap Cyber Threat
Dengan demikian, respon terhadap permasalahan cyber ini perlu menjadi perhatian khusus. Tentunya jikalau hanya mengharapkan inisiatif dari para h4ck3r dalam negeri tanpa adanya komando khusus, bagaimana jadinya jikalau terjadi serangan dengan skala yang lebih besar, ibarat yang terjadi di Estonia?
Atau paling tidak, bagaimana jikalau terjadi serangan terhadap infrastruktur-infrastruktur kritis ibarat instalasi listrik, jalur komunikasi, radar, saluran komunikasi penerbangan, pelayaran, dan lain sebagainya? Bagaimana pula jikalau satelit diserang? Apa yang sanggup dilakukan Indonesia jikalau mengalami ini semua?
Badan Penangan Cyber Threat
Mengenai pihak yang menangani, memang Indonesia telah mempunyai aneka macam macam pihak sebagai pemain drama yang berhadapan pribadi dengan duduk kasus ini. Sebagai contoh, Kominfo telah mempunyai ID-SIRTII (Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure), yang bertugas mengawasi kemudian lintas dan memperlihatkan asistensi ketika terjadi serangan cyber ini.
Indonesia juga telah mempunyai Bareskrim Polisi Republik Indonesia Cyber Crime Center yang menangani duduk kasus kejahatan cyber di dalam negeri. Belum lagi adanya Badan Intelejen Negara yang tentunya juga mempunyai kewajiban dalam bidang kerahasiaan isu bersama dengan Lembaga Sandi Negara dan juga Badan Intelejen Stategis.
Meskipun demikian, belum ada sebuah koordinasi yang mapan dan terstruktur antar semua forum tersebut ketika terjadi sebuah serangan cyber yang terkoordinasi dan bersifat sistematis. Oleh alasannya ialah itu, tentu dibutuhkan sebuah perbaikan dari sisi keamanan cyber ini.
Diperlukan sebuah pemetaan aneka macam jenis ancaman cyber tersebut beserta pihak ataupun pemain drama yang menanganinya sehingga setiap ancaman cyber sanggup dengan sempurna ditangani.
Selain itu, perlu juga dilakukan penjabaran yang sempurna pada skala apa serangan cyber harus ditangani oleh pihak yang mana, apakah pemerintah sudah patut turun tangan, atau cukup para h4ck3r individu dan komunitas yang menanganinya? Kajian serta kebijakan gres dibutuhkan untuk sanggup memenuhi kebutuhan ini.
Kesimpulan
Dengan demikian, terperinci sudah bahwa agresi faktual dalam menghadapi ancaman cyber ini perlu dilakukan oleh pemerintah, secara lebih serius, dengan membuat sebuah jalur komando, koordinasi, kooperasi, dan taktik yang matang dan terstruktur antar forum yang memang sudah mempunyai fungsi dalam menangani ancaman cyber ibarat beberapa pola yang telah dijelaskan di atas. Melalui langkah ini, diharapkan kedaulatan Indonesia di dalam dunia cyber akan tetap terjaga dan dihargai oleh bangsa lain.
0 Response to "Walaupun Kini Belum Heboh, Tapi Bahaya Cyberwar Beneran Ada, Lho!"
Posting Komentar