iklan

✔ 5 Teori Asal Permintaan Tata Surya (Kabut, Planetesimal, Pasang Surut, Proto Planet, Dan Big Bang)

Pada malam hari ketika cuara cerah, akan tampak bintang-bintang bertaburan di langit. Keesokan harinya, matahari terbit di ufuk timur, karam di ufuk barat begitu seterusnya. Jutaan bintang yang bertaburan di angkasa raya merupakan bintang yang tergabung dalam kelompok bintang yang dikenal dengan nama galaksi.
 karam di ufuk barat begitu seterusnya ✔ 5 Teori Asal Usul Tata Surya (Kabut, Planetesimal, Pasang Surut, Proto Planet, dan Big Bang)
Dalam jagat raya yang sangat luas, beredarlah ratusan miliar galaksi yang di dalamnya masing-masing terdapat miliaran bintang. Di galaksi Bimasakti, misalnya, beredar sebuah bintang yang disebut matahari. Bumi dan planet lainnya beserta satelit, asteroid, komet, dan materi antarplanet berputar bersamasama mengorbit matahari membentuk suatu kesatuan yang disebut tata surya.

Lalu bagaimana proses terbentuknya tata surya kita ini? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan berguru mengenai teori asal seruan terjadinya tata surya. Untuk itu, silahkan kalian simak baik-baik klarifikasi berikut ini. Selamat membaca dan belajar, agar sanggup paham.
Teori Asal-Usul Tata Surya
Ada lima teori yang mengemukakan ihwal proses pembentukan tata surya, yakni teori nebula, planetesimal, pasang surut, awan debu dan big bang. Berikut klarifikasi kelimat teori tersebut beserta nama pencetusnya.
#1 Teori Nebula atau Teori Kabut
Immanuel Kant (1749  1827) spesialis filsafat Jerman dan Simon de Laplace (1799) jago matematika Prancis mengemukakan teori yang hampir sama. Tata surya berasal dari kabut panas yang berpilin. Pilinannya berupa gumpalan kabut yang membentuk bola besar, cuilan tengahnya sebagai matahari dan gumpalan kabut di sekitarnya sebagai planet-planet. Teori Nebula lebih dikenal dengan teori Kant-Laplace.

#2 Teori Planetesimal
Thomas C. Chamberlin (1843  1928) jago geologi dan Forest R. Moulton (1872  1952) jago astronomi, keduanya ilmuwan Amerika. Teorinya menyampaikan bahwa matahari sebelumnya telah ada sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak di langit.

Pada suatu waktu, ada sebuah bintang berpapasan dengan matahari pada jarak yang tidak terlalu jauh. Akibatnya, terjadi tarikan gravitasi antara bintang yang lewat dan matahari. Sebagian massa matahari tertarik ke arah bintang tersebut.

Ketika bintang menjauh, sebagian massa matahari jatuh ke permukaan dan sebagian lagi terhambur menjadi gumpalan kecil atau planetisimal ke ruang angkasa sekitar matahari, yang kemudian sebagai benda-benda hirau taacuh (planet) dalam orbit mengitari matahari. Teori ini dikenal teori Moulton-Chamberlin.

#3 Teori Pasang Surut

Teori Pasang Surut dikemukakan oleh Sir James Jeans (1877 1946) dan Harold Jeffreys (1891), keduanya ilmuwan Inggris. Teorinya hampir sama dengan teori planetisimal.

Menurut teori Pasang Surut, pada ketika sebuah bintang mendekat ke matahari, terjadilah pasang naik pada matahari membentuk bentukan cerutu yang besar menjorok ke arah bintang. Ketika bintang menjauh, cerutu besar ini mengalami perpecahan dan membentuk gumpalan gas di sekitar matahari sebagai planet.

#4 Teori Awan Debu (Teori Proto Planet)
Carl von Weizsaeker (1940) jago astronomi Jerman berbagi teori Awan Debu, kemudian disempurnakan oleh jago astronomi lain, yaitu Gerard P. Kuiper (1950), Subrahmanyan Chandrasekhar, dan lain-lain.

Teori ini menyatakan bahwa tata surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu, salah satu gumpalan awan itu mengalami pemampatan. Pada proses pemampatan partikel-partikel debu tertarik ke cuilan sentra awan kemudian memadat dan membentuk gumpalan tunggal besar.

Bagian inilah yang kemudian menjadi matahari. Bagian luar kabut menyelimuti sentra dan berpuing cepat sehingga terpecah menjadi banyak gumpalan gas dan debu yang lebih kecil. Bagian inilah yang kemudian menjadi planet-planet.

#5 Teori Big Bang
Arno Penzias dan Robert Wilson, astronom Amerika Serikat pada tahun 1965, menemukan sisa radiasi hasil ledakan raksasa. Radiasi latar kosmis, sebagai bukti bahwa alam semesta berasal dari ledakan raksasa, telah terbukti dan menjawab hipotesis asal-usul alam semesta.

Semua persediaan unsur diciptakan dalam setengah jam pertama sesudah terjadi ledakan. Oleh sebab itu, tidak ada materi gres yang diciptakan. Teori ini disusun atas bukti-bukti bahwa ada gema ledakan masa kemudian dan perubahan spektrum bintang ke arah merah.

Berdasarkan bukti-bukti tersebut maka diduga bahwa seluruh alam semesta pada awalnya ialah sebuah atom primordial (yang paling pertama) yang dalam keadaan suhu dan tekanan sangat tinggi ketika terjadi ketidakseimbangan antara suhu dan tekanan meledak dengan bunyi dan energi yang luar biasa besarnya. Suara terus bergema hingga ketika ini.

Pendapat yang mendukung pada klarifikasi mengenai quasar ini ada enam.
 Quasar ialah pulsar absurd dengan sentra yang sangat masif dan berputar cepat yang dihubungkan dengan medan magnet sangat kuat.
 Quasar berasal dari tumbukan berulang-ulang jutaan bintang yang terkumpul sangat mampat di sebuah galaksi. Ia melepaskan cuilan luarnya hingga menciptakan cuilan dalam bintang sangat masif itu terlihat.
 Quasar ialah galaksi dengan bintang-bintang yang sangat rapat letaknya sehingga pada ketika terjadi sebuah ledakan supernova di sebuah bintang, dengan cepat insiden ini akan merobek bintang lain dan menjadikan ledakan supernova berantai.
 Quasar menerima tenaganya dari proses anihilasi materi dengan antimateri, di mana cadangan antimaterinya masih ada di dalam quasar hingga sekarang.
 Quasar ialah energi yang dilepaskan pada ketika gas, debu, dan bintang-bintang jatuh ke lubang hitam yang berada di sentra suatu galaksi.
 Quasar tidak lain ialah "lubang putih". Sisi berlawanan dari lubang hitam yang merupakan penyaluran dan muara arus materi yang masuk dari lubang hitam di cuilan lain alam semesta. Atau bahkan, mungkin dari alam semesta lain.

Sumber http://blogmipa-geografi.blogspot.com

0 Response to "✔ 5 Teori Asal Permintaan Tata Surya (Kabut, Planetesimal, Pasang Surut, Proto Planet, Dan Big Bang)"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel